LITERASI AKSI HOSPITALLY

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi sekolah yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya membangun budaya membaca yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Sebelum setiap penampilan drama, seluruh siswa diberikan waktu 5 menit untuk membaca buku sebagai bentuk pembiasaan literasi harian. Kegiatan sederhana ini memiliki peran penting dalam meningkatkan konsentrasi, memperkaya kosakata, memperluas wawasan, serta membangun kesiapan mental siswa sebelum tampil. Program literasi tidak hanya difokuskan pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman makna, penguatan karakter, dan pembentukan pola pikir kritis. Perpaduan antara literasi dan seni pertunjukan menjadi media pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna, sehingga siswa dapat berkembang secara akademik, emosional, sosial, dan artistik secara seimbang. Ada beberapa penampilan seru dari Jurusan Perhotelan nih!

Salam LITERASI

1. Drama Adaptasi Film Miracle in Cell No. 7 – Kelas XI Perhotelan

Drama yang diangkat dari film Miracle in Cell No. 7 dipentaskan oleh siswa kelas XI jurusan Perhotelan sebagai sarana literasi emosional sekaligus penguatan karakter. Cerita yang menyentuh tentang cinta keluarga, kemanusiaan, kejujuran, dan pengorbanan memberikan ruang bagi siswa untuk memahami nilai empati dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan dunia perhotelan yang menuntut pelayanan ramah, komunikasi yang baik, serta sikap profesional dalam menghadapi berbagai situasi.

Melalui proses latihan dan pementasan, siswa belajar mengekspresikan emosi secara tepat, menghayati peran, dan menyampaikan pesan dengan tulus kepada penonton. Kegiatan ini membantu siswa meningkatkan kemampuan komunikasi verbal maupun nonverbal, memperkuat kerja sama tim, serta membangun rasa tanggung jawab terhadap peran masing-masing. Setiap siswa dituntut untuk saling mendukung, menjaga kekompakan, dan menyelesaikan tantangan bersama selama proses produksi drama.

Selain itu, pengalaman tampil di depan publik menjadi sarana pembentukan kepercayaan diri dan keberanian. Siswa belajar mengelola rasa gugup, beradaptasi dengan situasi panggung, serta menjaga sikap profesional selama pertunjukan berlangsung. Keterampilan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja perhotelan yang menuntut interaksi langsung dengan tamu, kemampuan komunikasi efektif, serta pengendalian emosi yang baik. Dengan demikian, pementasan drama tidak hanya menjadi kegiatan seni, tetapi juga latihan nyata dalam membangun kompetensi pelayanan.

2. Drama Legenda Rama dan Shinta – Kelas X Perhotelan

Pementasan drama legenda Rama dan Shinta oleh siswa kelas X jurusan Perhotelan menjadi wadah pengenalan literasi budaya sekaligus pengembangan ekspresi seni sejak dini. Kisah klasik yang sarat nilai cinta, kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan memberikan pembelajaran moral yang kuat bagi siswa. Melalui pengenalan cerita tradisional, siswa diajak untuk menghargai warisan budaya serta memahami pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan modern.

Kegiatan drama ini melatih kemampuan komunikasi, ekspresi wajah dan tubuh, serta penguasaan panggung. Siswa belajar menyampaikan dialog dengan jelas, menyesuaikan intonasi suara, dan membangun karakter tokoh secara meyakinkan. Proses latihan mendorong siswa untuk disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Kerja sama tim menjadi kunci utama keberhasilan pertunjukan, sehingga siswa terbiasa berkoordinasi, saling menghargai, dan mendukung satu sama lain.

Selain aspek seni, kegiatan ini juga menanamkan etika kerja, manajemen waktu, dan sikap profesional. Siswa belajar mempersiapkan diri secara matang, mengikuti arahan, serta menjaga komitmen terhadap jadwal latihan. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa perhotelan yang ramah, percaya diri, dan siap memberikan pelayanan terbaik. Melalui drama, siswa tidak hanya belajar tampil, tetapi juga belajar memahami peran mereka sebagai individu yang membawa nilai budaya dan sikap positif ke dalam lingkungan kerja maupun masyarakat.

Scroll to Top